Susunan Pengurus DPP ORARI Daerah Sulawesi Utara

•18 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

KEPUTUSAN MUSYAWARAH DAERAH VI
ORARI DAERAH SULAWESI UTARA
No.009/MUSDA/ODSU/XI/2009
TENTANG
PENGANGKATAN DEWAN PENGAWAS DAN PENASEHAT
SERTA KETUA ORARI DAERAH SULAWESI UTARA MASA BHAKTI
2009 – 2014

Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut Sidang Paripurna III Musyawarah Daerah VI ORARI Daerah Sulawesi Utara perlu mengeluarkan Keputusan tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Penasehat serta Ketua ORARI Daerah Sulawesi Utara masa Bhakti 2009-2014.
Mengingat : Anggaran Dasar dan Anggatran Rumah Tangga ORARI.
Memperhatikan : Saran dan Pendapat Peserta Musyawarah Daerah VI ORARI Daerah Sulawesi Utara

M E M U T U S K A N

Menetapkan : Keputusan Musyawarah Daerah VI ORARI Daerah Sulawesi Utarea tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Penasehat serta Ketua ORARI Daerah Sulawesi Utara masa bakti 2009 – 2014.
Pertama : Mengangkat nama-nama tersebut dibawah ini sebagai Dewan Pengawasan dan Penasehat ORARI Daerah Sulawesi Utara masa bakti 2009 – 2014.

No. N a m a Callsign Jabatan
1. Nip Walintukan YC8SO Ketua
2. Zulkarnain YB8RZ Sekretrais
3. Freddy Walandow YB8QZ Wakil Sekretaris
4. Ridwan Ngilu, SH, MH YB8RB Anggota
5. Tahir Djafar YC8UKJ Anggota

Kedua : Mengangkat Nama Drs. S.H.SARUNDJANG Callsign YC8SHS selaku Ketua ORARI Daerah Sulawesi Utara Masa Bakti 2009 – 2014.
Ketiga : Menungaskan kepada Ketua ORARI Daerah Sulawesi Utara bersama Dewan Pengawas dan Penasehat untuk menyusun pengurus ORARI Daerah Sulawesi Utara masa bakti 2009 – 2014 selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah keputusan ini dikeluarkan.
Keempat : Keputusan ini belaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Manado
Pada Tanggal : 17 Oktober 2009

Pimpinan Sidang

Ketua Sidang Sekretaris Sidang Anggota Sidang

BOBY SATRIYO,SH – YB8TXT Drs. FERRY LANTANG – YB8UFL CHARLES TUHATELU – YC8RCT
Nri : 92110973 Nri : 02114449 Nri : 960945584

BUNAKEN ENGLISH EDUCATION

•17 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

BUNAKEN ENGLISH EDUCATION CENTER
Lamtana Street Tulungrejo-Pare-Kediri.
Phone: 085646591338

PRIVATE PROGRAM (1-7 0rang)
PROGRAM DURASI BIAYA MATERI
Fundamental Level 24x pertemuan
(@ 1,5 jam) Rp 150.000,- Part of speech, Language, Tenses ‘n Function, Passive Voice, seven summaries.
Basic Level 24x pertemuan (@ 1,5 jam) Rp 150.000,- Causative Verbs, Question Tag, Elliptical Structure, Subjunctive, Conditional Sentence, Modal.
Intermediate Level 24x pertemuan (@ 1,5 jam) Rp 150.000,- Degree of Comparison, Reported Speech, Word Order, Complex Sentence (Adjective, Noun ‘n Adverbial Clause), Gerund, Infinitive, Participle.

HOLIDAY PROGRAM
PROGRAM DURASI BIAYA MATERI
2 minggu 30x pertemuan (@ 1,5 jam) Rp 240.000,- Grammatical in function, Basic speaking ‘n Vocabulary Class
3 minggu 40x pertemuan
(@ 1,5 jam) Rp 300.000,-
1 bulan 60 pertemuan (@ 1,5 jam) Rp 360.000,-

NB:
Biaya Holiday Program sudah termasuk biaya program Main Class, Asrama ‘n Program Asrama.

Hubungan Masyarakat dengan Hukum

•15 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Paper Tugas : Teori Hukum, Pascasarjana Unsrat Manado

HUBUNGAN MASYARAKAT DENGAN HUKUM
Oleh : Boby Satriyo

I. Hubungan masyarakat dengan hukum
Manusia adalah makhluk yang mempunyai hasrat hidup bersama. Hidup bersama yang sekurang-kurangnya terdiri dari 2 orang. Tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri, walaupun pendapat seperti ini saya hormati juga:
“from the day I was born, till the day I die… the only side I’m on is my own.(Genjou Sanzo)”
” dari hari aku dilahirkan, hingga hari aku mati… satu-satunya sisi Aku adalah sendiri “
Aristoteles pernah mengatakan bahwa manusia itu adalah ZOÖN POLITICON, yang artinya bahwa manusia itu sebagai makhluk yang selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainya. Dan karena sifatnya itu manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Setiap manusia mempunyai sifat, watak, dan kehendak yang berbeda-beda. Dan dalam hubungan dengan sesama manusia dibutuhkan adanya kerjasama, tolong menolong dan saling menbantu untuk memperoleh keperluan kehidupannya. Kalau kepentingan tersebut selaras maka keperluan masing-masing akan mudah tercapai. Tetapi kalau tidak malah akan menimbulkan masalah yang menganggu keserasian. Dan bila kepentingan tersebuit berbeda yang kuatlah yang akan berkuasa dan menekan golongan yang lemah untuk memenuhi kehendaknya.
Karena itu diperlukan suatu aturan yang mengatur setiap anggota dalam masyarakat. Maka dibuatlah aturan yang disebut dengan norma. Dengan norma tersebut setiap anggota masyarakat dengan sadar atau tidak sadar akan terpengaruh dan menekan kehendak pribadinya. Adanya aturan tersebut berguna agar tercapainya tujuan bersama dalam masyarakat, memberi petunjuk mana yang boleh dilakukan mana yang tidak, memberi petunjuk bagaiman cara berperilaku dalam masyarakat. Itulah dasar pembentukan hukum dari kebutuhan masyarakat akan adanya aturan yang mengatur tata cara kehidupan agar setiap individu masyarakat dapat hidup selaras.
II. Tujuan hukum
Seperti yang manusia itu adalah makhluk yang bersifat sosial dan tinggal dalam kelompok masyarakat. Dengan berbagai macam individu yang tingal dalam masyarakat, diperlukan adanya aturan-aturan yang menjamin keseimbangan agar tidak terjadi kekacauan dalam kehidupan masyarakat.
1. Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan masyarakat: dalam arti, hukum berfungsi menunjukkan manusia mana yang baik, dan mana yang buruk, sehingga segala sesuatu dapat berjalan tertib dan teratur.
2. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin: hukum dapat memberi keadilan, dalam arti dapat menentukan siapa yang salah, dan siapa yang benar, dapat memaksa agar peraturan dapat ditaati dengan ancaman sanksi bagi pelanggarnya.
3. Sebagai sarana penggerak pembangunan: daya mengikat dan memaksa dari hukum dapat digunakan atau didayagunakan untuk menggerakkan pembangunan. Hukum adalah alat untuk membuat masyarakat yang lebih baik.
4. Sebagai penentuan alokasi wewenang secara terperinci siapa yang boleh melakukan pelaksanaan (penegak) hukum, siapa yang harus menaatinya, siapa yang memilih sanksi yang tepat dan adil: seperti konsep hukum konstitusi negara.

5. Sebagai alat penyelesaian sengketa: seperti contoh persengekataan harta waris dapat segera selesai dengan ketetapan hukum waris yang sudah diatur dalam hukum perdata.
6. Memelihara kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan yang berubah, yaitu dengan cara merumuskan kembali hubungan-hubungan esensial antara anggota-anggota masyarakat.
III. Pengertian hukum
Pengertian hukum sangatlah beragam, karena unsur-unsur hukum sendiri yang sangat beragam.
1. Hukum diartikan sebagai produk keputusan penguasa; perangkat peraturan yang ditetapkan penguasa seperti UUD dan lain-lain.
2. Hukum diartikan sebagai produk keputusan hakim; putusan-putusan yang dikeluarkan hakim dalam menghukum sebuah perkara yang dikenal dengan jurisprudence (yurisprodensi).
3. Hukum diartikan sebagai petugas/pekerja hukum; hukum diartikan sebagai sosok seorang petugas hukum seperti polisi yang sedang bertugas. Pandagan ini sering dijumpai di dalam masyarakat tradisionil.
4. Hukum diartikan sebagai wujud sikap tindak/perilaku; sebuah perilaku yang tetap sehingga dianggap sebagai hukum. Seperti perkataan: “setiap orang yang kos, hukumnya harus membayar uang kos”. Sering terdengar dalam pembicaraan masyarakat dan bagi mereka itu adalah aturannya/hukumnya.
5. Hukum diartikan sebagai sistem norma/kaidah; kaidah/norma adalah aturan yang hidup ditengah masyarakat. Kaidah/norma ini dapat berupa norma kesopanan, kesusilaan, agama dan hukum (yang tertulis) uang berlakunya mengikat kepada seluruh anggota masyarakat dan mendapat sanksi bagi pelanggar.
6. Hukum diartikan sebagai tata hukum; berbeda dengan penjelasan angka 1, dalam konteks ini hukum diartikan sebagai peraturan yang saat ini sedang berlaku (hukum positif) dan mengatur segala aspek kehidupan masyarakat, baik yang menyangkut kepentingan individu (hukum privat) maupun kepentingan dengan negara (hukum publik). Peraturan privat dan publik ini terjelma di berbagai aturan hukum dengan tingkatan, batas kewenangan dan kekuatan mengikat yang berbeda satu sama lain. Hukum sebagai tata hukum, keberadaannya digunakan untuk mengatur tata tertib masyarakat dan berbentuk hierarkis
7. Hukum diartikan sebagai tata nilai; hukum mengandung nilai tentang baik-buruk, salah-benar, adil-tidak adil dan lain-lain, yang berlaku secara umum.
8. Hukum diartikan sebagai ilmu; hukum yang diartikan sebagai pengetahuan yang akan dijelaskan secara sistematis, metodis, objektif, dan universal. Keempat perkara tersebut adalah syarat ilmu pengetahuan.
9. Hukum diartikan sebagai sistem ajaran (disiplin hukum); sebagai sistem ajaran, hukum akan dikaji dari dimensi dassollen dan das-sein. Sebagai das-sollen, hukum menguraikan tentang hukum yang dicita-citakan. Kajian ini akan melahirkan hukum yang seharusnya dijalankan. Sedangkan sisi das-sein mrupakan wujud pelaksanaan hukum pada masyarakat. Antara das-sollen dan das-sein harus sewarna. Antara teori dan praktik harus sejalan. Jika das-sein menyimpang dari das-sollen, maka akan terjadi penyimpangan pelaksanaan hukum.
10. Hukum diartikan sebagai gejala sosial; hukum merupakan suatu gejala yang berada di masyarakat. Sebagai gejala sosial, hukum bertuuan untuk mengusahakan adanya keseimbangan dari berbagai macam kepentingan seseorang dalam masyarakat, sehingga akan meminimalisasi terjadinya konflik. Proses interaksi anggota masyarakat untuk mencukupi kepentingan hidupnya, perlu dijaga oleh aturan-aturan hukum agar hubungan kerjasama positif antar anggota masyarakat dapat berjalan aman dan tertib.

Hukum secara terminologis pula masih sangat sulit untuk diberikan secara tepat dan dapat memuaskan. Ini dikarenakan hukum itu mempunyai segi dan bentuk yang sangat banyak, sehingga tidak mungkin tercakup keseluruhan segi dan bentuk hukum itu di dalam suatu definisi. Sebagai gambaran, Prof. Sudiman Kartohadiprodjo, memberi contoh-contoh tentang definisi Hukum yang berbeda-beda sebagai berikut:
1. Aristoteles:
“Particular law is that which each community lays down and applies to its own members. Universal law is the law of nature” (Hukum tertentu adalah sebuah hukum yang setiap komunitas meletakkan ia sebagai dasar dan mengaplikasikannya kepada anggotanya sendiri. Hukum universal adalah hukum alam).
2. Grotius:
“Law is a rule of moral action obliging to that which is right” (Hukum adalah sebuah aturan tindakan moral yang akan membawa kepada apa yang benar).

3. Hobbes:
“Where as law, properly is the word of him, that by right had command over others” (Pada dasarnya hukum adalah sebuah kata seseorang, yang dengan haknya, telah memerintah pada yanglain).

4. Phillip S. James:
“Law is body of rule for the guidance of human conduct which are imposed upon, and enforced among the members of a given state” (Hukum adalah tubuh bagi aturan agar menjadi petunjuk bagi kelakuan manusia yang mana dipaksakan padanya, dan dipaksakan terhadap ahli dari sebuah negara).

5. Immanuel Kant:
“Hukum ialah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan”.

Akan tetapi, walaupun tidak mungkin diadakan suatu definisi yang lengkap tentang apakah hukum itu, namun Drs. E. Utrecht, S.H. dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Dalam Hukum Indonesia”, telah mencoba membuat sebuah batasan, yang maksudnya sebagai pegangan bagi orang yang sedang mempelajari ilmu hukum. Batasan tersebut adalah “Hukum itu adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengurus tata-tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu”.
Selain dari Utrecht, sarjana hukum lainnya juga telah berusaha merumuskan tentang apakah hukum itu.
1. Prof. Mr. EM. Meyers: “Hukum adalah semua peraturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan pada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan menjadi pedoman bagi penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya”.
2. Leon Duquit: “Hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu”.

3. SM. Amin, SH.: “Hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma-norma dan sanksi-sanksi yang disebut hukum dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia sehingga keamanan dan ketertiban terjamin”.

4. MH. Tirtaatmidjaja, SH.: “Hukum adalah seluruh aturan (norma) yang harus diturut dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu, akan membahagiakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang akan kehilangan kemerdekaan dan didenda”.

5. Wasis Sp.: “Hukum adalah perangkat peraturan baik yang bentuknya tertulis atau tidak tertulis, dibuat oleh penguasa yang berwenang, mempunyai sifat memaksa dan atau mengatur, mengandung sanksi bagi pelanggarnya, ditujukan pada tingkah laku manusia dengan maksud agar kehidupan individu dan masyarakat terjamin keamanan dan ketertibannya”.

IV. Ciri-ciri hukum
Menurut C.S.T. Kansil, S.H., ciri-ciri hukum adalah sebagai berikut:

a. Terdapat perintah dan/atau larangan.
b. Perintah dan/atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Setiap orang berkewajiban untuk bertindak sedemikian rupa dalam masyarakat, sehingga tata-tertib dalam masyarakat itu tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, hukum meliputi pelbagai peraturan yang menentukan dan mengatur perhubungan orang yang satu dengan yang lainnya, yakni peraturan-peraturan hidup bermasyarakat yang dinamakan dengan ‘Kaedah Hukum’

Konvergensi Telekomunikasi dan Informasi

•15 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

MENYONGSONG ERA KONVERGENSI TELEKOMUNIKASI
DAN INFORMASI

Latar Belakang
Telekomunikasi kini bergeser menjadi salah satu kebutuhan primer. Peranannya dalam pembangunan peradaban umat manusia pun tidak bisa diabaikan. Kualitas kehidupan suatu bangsa pun salah satu parameternya adalah kemajuan teknologi telekomunikasi bangsa tersebut. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi telekomunikasi yang terus-menerus berkembang sampai saat ini dan dimasa-masa yang akan datang.
Kebutuhan Indonesia terhadap telekomunikasi semakin lama semakin bertambah. Kebutuhan akan telekomunikasi di masa datang pun akan semakin kompleks. Hal ini merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dihindari karena berkaitan dengan paradigma masyarakat yang juga terus berkembang mengenai telekomunikasi itu sendiri. Jika pada masa-masa sebelum ini masyarakat memandang penyampaian informasi utama adalah melalui voice, maka ke depannya terdapat tanda-tanda bahwa informasi dengan bentuk lain akan semakin dominan menjadi substitusi komunikasi voice. Penyampaian informasi lain tersebut dapat berbentuk komunikasi data, teks, gambar, video dan lain-lain. Hal ini tidak lain karena komunikasi voice saja tidak bisa mengakomodir tuntutan masyarakat akan kecepatan, keakuratan, dan kompleksitas.
Sebagai komponen utama dalam pembangunan, paradigma masyarakat hendaknya menjadi perhatian utama bagi para stakeholder dalam mengelola sektor telekomunikasi nasional. Sektor industri dan pemerintah harus segera tanggap dalam menghasilkan produk (industri) dan regulasi (pemerintah) yang reliable berkaitan dengan kebutuhan itu.
Kondisi Telekomunikasi Indonesia Saat Ini
Sebagian besar infrastruktur telekomunikasi Indonesia saat ini masih menggunakan metode circuit switching network dalam menghubungkan antara satu pemakai jasa telekomunikasi dengan pemakai lainnya. Teknologi ini menghubungkan satu kanal sambungan telepon dengan kanal yang lain, atau dari satu frekuensi dengan frekuensi yang lain. Teknologi ini memang menjamin keandalan dalam berkomunikasi satu sama lain, namun implikasinya, teknologi ini memerlukan cost yang tinggi baik dalam operasional maupun modal infrastruktur. Selain itu, teknologi ini juga tidak efisien, menghambur-hamburkan sumber daya frekuensi yang dipakai sehingga pengguna telekomunikasi pun dibatasi dengan ketersediaan frekuensi yang dialokasikan. Kekurangan lain teknologi ini adalah tidak bisa dikembangkan menjadi layanan-layanan kreatif, kalaupun bisa memerlukan waktu yang relatif lama karena tingkat kesulitan yang tinggi.
Metode lain dalam berkomunikasi adalah metode packet switching. Metode ini membagi resource yang digunakan dalam berkomunikasi menjadi paket-paket yang memiliki ukuran tertentu, untuk kemudian paket tersebut dikirimkan ke alamat yang dituju. Keunggulan teknologi ini adalah mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditimbulkan oleh metode circuit switching. Metode inilah yang akan menjadi cikal bakal konvergensi antara IT dan Telekomunikasi
Sekilas konvergensi IT dan Telekomunikasi
Konvergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran, dimana penyelenggaraan jasa telekomunikasi merupakan kegiatan penyediaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi melalui media apa saja, termasuk TV, siaran, radio dan multimedia.
Jaringan yang konvergen memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan jaringan yang sebagian besar ada saat ini, ciri-ciri tersebut adalah :
1. Jaringan transport dan akses semua berbasis IP atau packet switching network.
2. Aplikasi/layanan terpisah dengan jaringan transport yaitu terletak di device masing-masing.
3. Jaringan terbuka sehingga memungkinkan setiap orang untuk terhubung dengan jaringan secara cepat.
4. Jaringan broadband, yaitu penggunaan medium yang memiliki bandwidth saluran yang besar sehingga mempunyai kualitas yang tinggi.
5. Jaringan bisa diakses dari mana saja dan kapan saja.
Untuk di masyarakat, perbedaan paling mencolok yang bisa dirasakan antara servis konvensional dengan servis konvergen adalah :
1. Informasi yang diperoleh kini bersifat multimedia/konvergen yaitu terintegrasi antara format suara, teks, gambar, video, dan lain-lain.
2. Skema pentarifan saat ini yang berdasarkan waktu dan jarak komunikasi akan menjadi berdasarkan volume pembicaraan (byte).
3. Pada tahap awal pembangunan, kualitas akan terasa lebih buruk dengan teknologi sebelumnya namun akan membaik seiring dengan bertambahnya kapasitas saluran transmisi.
Keuntungan Konvergensi IT dan Telekomunikasi
Sesuai dengan kondisi sosial dan geografis Indonesia saat ini, ada dua hal utama yang menjadi perhatian dalam memenuhi visi telekomunikasi Indonesia yaitu menciptakan masyarakat informasi yang sejahtera. Dua hal tersebut adalah :
1. Tarif telekomunikasi dan informasi.
Data ITU (International Telecommunication Union), lembaga yang mengatur mengenai regulasi telekomunikasi internasional, menyatakan bahwa pada tahun 2005, tarif internet di Indonesia berada pada peringkat 47 di dunia (semakin kecil peringkat semakin murah). Peringkat Indonesia masih di bawah beberapa negara Asean : Singapura (18), Thailand (24), Malaysia (28), dan Vietnam (40). Tarif intenet ini akan mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengaksesnya. Bukan hanya internet, namun juga tarif beberapa layanan yang dirasa masih memberatkan masyarakat, terutama layanan yang masih berbasiskan circuit switching seperti jasa telepon kabel dan telepon seluler. Dengan adanya konvergensi dalam bidang telekomunikasi dan informasi ini, diharapkan biaya operasional (OPEX) dan infrastruktur (CAPEX) dalam telekomunikasi dan informasi bisa ditekan. Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada menurunnya biaya telekomunikasi yang harus dibayarkan oleh pengguna dalam hal ini masyarakat.
1. Daya Jangkau
Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau (6 ribu pulau berpenduduk) dalam area 1.919.440 km2 , pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki tantangan tersendiri. Infrastruktur telekomunikasi kabel dapat dikatakan kurang efisien dalam menjangkau daerah-daerah terpencil. Pada kuartal pertama tahun 2007 saja terdapat sekitar 8.7 juta satuan sambungan telepon tetap dimana penggunaannya masih didominasi (sekitar 40 %) oleh sepuluh kota besar di Indonesia. Saluran transmisi satelit dan terrestrial dirasa mampu mengatasi masalah yang timbul jika menggunakan transmisi kabel. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama tahun 2007, jumlah pengguna telepon seluler mencapai angka di kisaran 63 juta. Untuk ke depannya angka ini akan terus bertambah dengan cepat sesuai dengan pembangunan infrastrukturnya. Berkaitan dengan konvergensi IT dan telekomunikasi, pesatnya pembangunan infrastruktur seluler di daerah-daerah terpencil akan sangat menguntungkan. Selain dari sisi penggunaan telekomunikasi, layanan-layanan yang berkaitan dengan informasi pun akan dapat didapat dengan cepat. Contohnya adalah layanan internet, konvergensi IT dan telekomunikasi disertai dengan semakin luasnya infrastruktur telekomunikasi menjadikan penggunaan internet di Indonesia pun akan menjadi semakin luas. Jika saat ini penetrasi internet hanya sekitar 9.1 % atau sekitar 20 juta pengguna dan 70 % dari jumlah tersebut berada pada wilayah Jakarta dan sekitarnya, maka kedepannya dengan adanya semakin terintegrasinya IT dan telekomunikasi, jumlah tersebut dapat semakin ditingkatkan dan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia.
Selain dirasakan dapat mengatasi kedua masalah utama tersebut, konvergensi IT dan telekomunikasi dapat memberikan perubahan dalam kualitas hidup masyarakat. Beberapa perubahan tersebut diantaranya adalah :
1. Semakin banyak rumah-rumah yang terhubung langsung dengan internet karena sebagian besar aktivitas fisik dapat digantikan dengan aktivitas maya. Penyedia jasa layanan internet service provider akan terintegrasi dengan penyedia layanan telekomunikasi yang memang sudah mapan di pasar.
2. Penggunaan media digital yang semakin menggantikan media cetak. Pemberitaan dengan media digital mampu menyediakan komunikasi duplex (dua arah) antara penyedia berita dengan pembaca berita. Pembaca berita mampu mengkritisi berita yang ada dan dapat dilihat langsung oleh pembaca yang lain. Selain itu, kelebihan media digital dibandingkan dengan media cetak adalah lebih murah karena lebih sedikit menggunakan resource dan lebih mudah untuk daur ulangnya.
3. E-Commerce semakin populer di masyarakat. Transaksi-transaksi dagang akan lebih banyak diselenggarakan melalui jalur on-line dan mobile dengan tingkat security yang semakin tinggi dan aplikasi yang lebih reliable dari sekarang.
4. Penetrasi telepon seluler akan semakin luas dan penggunaannya akan semakin beragam sehingga ketergantungan terhadap device yang seluler dan portable akan semakin tinggi.
Beberapa Hal yang Perlu Dipersiapkan
Konvergensi IT dan telekomunikasi tidak akan bekerja begitu saja. Walaupun mesin penggeraknya adalah harapan masyarakat terhadap telekomunikasi, namun harus ada komponen-komponen pendukung yang harus dipersiapkan agar konvergensi ini tidak menimbulkan masalah baru.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan tersebut antara lain :
1. Infrastruktur telekomunikasi.
2. Sumber daya manusia (SDA) yang paham mengenai teknologi terutama mengenai aplikasi dan konten IT.
3. Sosialisasi/pencerdasan terhadap masyarakat luas mengenai penggunaan IT.
4. Regulasi yang mengatur tentang konvergensi IT dan telekomunikasi serta penggunaannya.
Sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia bahwa tidak semua teknologi baru dapat diterima dengan mudah di Indonesia. Contohnya adalah produk 3G yang tidak semeriah diterimanya GSM di masyarakat. Begitu pula dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi ini, semua stakeholder harus benar-benar memiliki rencana yang tepat dalam melemparkan setiap produknya ke masyarakat sehingga masyarakat dapat dengan mudah menerima.
: Sumber Internet;

Operating Prosedur ORARI dalam konteks Komunikasi Digital

•11 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kemajuan Teknologi Digital berimbas pada kegiatan Amatir Radio di Indonesia, dengan berupa Radio Paket Data yang menggunakan sarana Radio HF, VHF dan UHF bersama Komputer yang dalam dalam dekate tahun 1990 an telah merambah ke anggota Amatir di Indonesia.

Kemajuan Teknologi ini tidak disiasiakan oleh Anggota Amatir Radio di Indonesia (ORARI) untuk melakukannya dan mengaplikasikannya. Banyak Anggota ORARI di Indonesia yang dulunya malu dan tidak terbiasa dengan menggunakan Radio HF yang tingkat propagasi dan kebisingan dalam komunikasi beralih pada teknologi ini. Komunikasi yang biasa kita gunakan Voice (Suara) sekarang tidak lagi dengan watt yang kecil saja 10 Watt Radio HF dalam Frekuensi data bisa kita berkomunikasi lewat data (PSK.31|) dengan teman-teman di seluruh dunia tanpa terhalau dengan propagasi dan rasa malu kita berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Selain itu komunikasi melalui data (tulisa) ada juga komunikasi yang menggunakan Scan Television SCCTV, dimana kita bisa mengirim gambar kepada teman teman di seluruh dunia, oleh sebab itu pengembangan yanbg dilakukan menggunakan Intervice modem yang disambungkan melalui sound card PC dan Radio menggunakan program yang bisa kita download di Internet.

Dewasa ini denga kemanjuan teknologi yang baru lagi yaitu  E-qso yang menggunakan jaringan internet dengan server Amatir dunia maupun server yang dikembangkan oleh teman-teman ORARI di Indonesia, banyak bermunculan dengan Gateway di mana mana. Anggota bisa berkomunikasi dengan sesama Amatir di Indonesia dalam satu ROOM seperti yahoo masanger menggunakan HT yang melalui gateway,Repeater yang terkoneksi dengan Server Internet Amatir.

Permasalahan yang timbul dengan kemajuan teknologi ini :

1. Anggota Amatir dalam berkomunikasi tidak lagi menggunakan tata cara berkomunikasi sesuai dengan operating prosedur amatir.

2. Anggota Amatir telah melupakan jati dirinya sebagai seorang amatirisme yaitu latih diri di bidang Teknik Radio.

3. Anggota Amatir radio paling banyak menggunakan teknologi digital seperti eQSO dari pada sarana komunikasi HF.

4. Munculnya suatu perkumpulan (grup) di tengah tengah ORARI, dimana ada grup teknologi (IT) dengan Grup non IT dalam suatu acara HAM Festival.

5. Makin langkanya DXer yang dimiliki oleh ORARI di HF.

6. Kurangnya minat anggota amatir dengan experiment teknik radio.

Keuntungan dari Teknologi Komunikasi Data.

1. Anggota Amatir tidak ketinggalan dalam teknologi komunikasi data.

2. Anggota Amatir yang tidak terbiasa dengan Komunikasi konfensional (Voice) pada band amatir HF dan VHF beralih ke Komunikasi Data.

3. Dari segi penghematan lebih murah tidak melakukan rangkaian experiment seorang Amatir, langsung koneksi.

4.Anggota Amatir di perkenalkan dengan kemajuan Teknologi di mana dalam Band Plan Amatir ada frekuensi untuk data pada semua band amatir.

Kesimpulan.

Dari permasalahan dan keuntungan menggunakan komunikasi Data saya menyimpulkan sebagai berikut :

1. Mari kita sejalan dalam melaksanakan kegiatan amatir Radio yang konfensional amatirisme murni dan kegiatan kemajuan teknologi komunikasi digital amatir.

2. Kita tidak bisa lupa asal muasal amatir radio di Indonesia.

Penutup.

Kiranya kebutuhan akan teknologi didunia Amatir Radio harus sejalan dan tidak meninggalkan ciri khas amatir radio sesuai dengan kode etik ORARI.

Inilah sumbangsih penulis karena rasa cinta pada Amatir radio di Indonesia salam Amatir Radio.

Boby Satriyo  – YB8TXT……….Maret 2010

Ada Sungai di dasar Laut Mexico

•11 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kekuasaan Allah sangatlah maha dahsyat, tidak ada sesuatu pun yang mustahil baginya. Berbagai fenomena alam yang terjadi merupakan salah satu bukti tanda-tanda kekuasaannya. Demikian pula halnya dengan fenomena yang ada di Cenote Angelita, Mexico. Disana, di dalam lautan terdapat sebuah sungai lengkap dengan pohon dan daun-daunan, subhanallah.

Di Cenote Angelita, bila anda menyelam sampai dengan kedalaman 30 meter, anda akan menemukan airnya bukanlah air asin, tetapi air tawar. Namun, jika anda menyelam sampai dengan kedalaman 60 meter, maka airnya kembali menjadi asin dan di dasarnya anda akan menemukan sungai yang mengalir lengkap dengan pohon dan daun-daunan.

Fenomena berpisahnya air tawar dan air laut bukanlah sebuah hal mustahil bagi Allah, sebagaimana telah dijelaskannya di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman yang artinya :

“Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian bertemu”

Ya, begitulah di sekeliling kita kalau kita perhatikan semuanya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, hanya saja seringkali kita tidak menyadarinya. Bagi yang belum melihat video keindahan fenomena alam tersebut, silahkan dilihat disini, semoga menambah keimanan kita kepada-Nya.

Selamat Datang di Blog Saya YB8TXT

•10 Maret 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Blog ini berisi tentang aktivitas saya sebagai Anggota ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) YB8TXT dan Anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) JZ22BOB…